Sketsa ini dihadirkan sebagai wujud proses dari pengalaman estetika saya dimana pada setiap ruang dan waktu berubah. Mungkin benar saya tidak memiliki kekonsistenan bentuk atau ketetapan perwujudan pada kelahiran setiap karya yang saya buat, tapi saya tidak ingin berbohong kepada diri saya kalau saya saat ini di ruang ini saya ingin mentranspormasikan diri saya terhadap media dengan suasana yang ada pada saat ini. Disini saya menghadirkan beberapa atau sebagian dari karya saya yang memang sering berubah-ubah, tapi saya yakinkan kalau ini karya yang jujur terlahir bukan dari tekanan dari luar diri saya, tapi murni atas dasar keinginan saya pribadi
Karya Sketsa Realis
Karya 1
Judul : Acha Septriasa
Media : Pensil di Kertas A4
tahun : 2014
Karya 2
Judul : Dewi Kunti
Media : Pensil di Kertas A4
Media : Pensil di Kertas A4
tahun : 2014
Karya Sketsa Ekspresif
Karya 3
tahun : 2014
Karya 4
Judul : Kaki
Media : Deawing Pen di Kertas
Media : Deawing Pen di Kertas
tahun : 2014
Karya 5
Judul : Diam
Media : Mix Media di Kertas A2
tahun : 2013
Karya Sketsa Surealism
Karya 6
Judul : Feminism Eyes
Media : Drawing Pen di Kertas A4
Media : Drawing Pen di Kertas A4
tahun : 2014
Karya 7
Judul : Debat Iklan Obat
Media : Drawing Pen di Kertas A3
Media : Drawing Pen di Kertas A3
tahun : 2013
Karya 8
Judul : Membabi Tikus
Media : Mix Media di Kertas A4
Media : Mix Media di Kertas A4
tahun : 2013
Karya 9
Judul : Makan Tikus
Media : BallPoint di Kertas A4
Media : BallPoint di Kertas A4
tahun : 2010
Karya Sketsa Cartoon Character
Karya 10
Judul : Silaturahmi di Mall
Media : Mix Media di Kertas A4
Media : Mix Media di Kertas A4
tahun : 2014
Karya 11
Judul : Aw aw
Media : Drawing Pen di Kertas A4
Media : Drawing Pen di Kertas A4
tahun : 2014
Karya Sketsa Fashion
Karya 12
Judul : Moslem Fashion
Media : Pencil di Kertas
Media : Pencil di Kertas
tahun : 2014
Saya fikir berkualitas atau tidaknya karya seni khususnya pada seni rupa bukan hanya di ukur oleh wujudnya saja, juga bukan dari ekspresi dan kedalamannya, juga bukan dari isi visi dan misinya saja, tetapi tapi harus ada kesatuan dari semuanya yang dibingkai oleh kejujuran bukan oleh politik representasi.
Terimakasih











Tidak ada komentar:
Posting Komentar