Jumat, 12 Desember 2014

M. Surya Gumilang Art Educations

 Belajar Seni Berarti Terjangkit Makna dan Nilai

Ketika pendidikan seni itu hadir di tengah perkembangan teknologi juga di ranah pendidikan formal ataupun nonformal, maka maka virus-virus makna dan nilai itu sangat cepat persebarannya. Ketika makna dan nilai tersebut sudah menjangkit ideologi peserta didik maka rekontruksi pendidikanpun akan lebih pleksibel menembus kotak kekakuan sistem pola fikir yang konfensional. Karena salah satu yang mampu menembus bingkai realitas yang sudah tidah realistis tersebut yaitu pendidikan seni yang memiliki formula intuisi untuk menyebarkan virus-virus tersebut.

Photo yang dihadirkan ini adalah sebuah wujud dari dampak atau akibat virus makna dan nilai itu menjangkit para peserta didik. Didalam photo ini mereka bukan melakukan simulasi pertunjukan teater, tapi mereka sedang berdiskusi tentang meteri  Seni Kontemporer, dan saya sebagai guru memperkenalkan  Performance Art dan melemparkan sebuah permasalahan tentang Performance Art tersebut. Ketika Permasalahn tersebut hadir maka kelaspun mulai masuk ke dunia absurd, secara sadar atau tidak disadari secara langsung mereka berdiskusi sambil  melakukan tindakan performance art, dan yang membuat saya kaget tidak ada satupun peserta didik yang tidak mengeluarkan pendapatnya tentang materi atau permasalahan yang saya lemparkan tersebut. Sehingga pada kenyataannya mereka senang dengan atmosfer baru yang hadir di kelas mereka.


Photo Dokumen Pribadi, proses tindakan pembelajaran seni yang saya lakukan.




Makna dan Nilai ini menurut sepengetahuan saya ini sangat perlu diterapkan terhadap permasalahan pesera didik. Karena kalau tidak ada kesadaran akan sebuah makna dan nilai tersebut maka pendidikan tidak akan mencapai sebuah kedalaman dan hanya akan  mati di kedangkalan yang tidak menghasilkan sebuahkualitas yang diatas standar. Misalkan saya ambil contoh yang saya kutip dari ceramah kuliah umum Pa Yasraf Amir Piliang, kata beliau kurang lebihnya: " pengertian Semiotika adalah ilmu tentang tanda,  sudah itu tidak ada masalah seperti anak SD yang hanya tau pengertiannya saja, tapi akan berbeda kalau mempertanyakan kembali secara lebih dalam, Apa itu Tanda?", di dalam ceramah tersebut tampak jelas bahwa sebuah kedalaman itu harus hadir agar tidak mati pada sebatas pengertian yang tidak ada permasalahannya sama sekali, dan kedalaman itu akan lebih padat kalau diisi dengan Makna dan nilai.
























Kata siapa belajar seni itu perlu biaya besar? kita lihat photo diatas, disana saya berphoto dengan anak-anak yang saya didik, yang memiliki kreativitas menembus kekakuan pada kata tukar rupiah. Kebetulan sekolah kami termasuk katakanlah sekolah kalangan ekonomi kelas bawah, tapi justru itu bagaimana caranya pendidikan seni itu menawarkan kreativitas yang memiliki keeklusifan yang mahal tapi bermodalkan sangat murah dan menyenangkan.

ini adalah beberapa photo kegiatan belajar yang saya berikan kepada peserta didik:







Belajar dasar-dasar seni lukis abstak sebagai perwujudan representasi mereka melalui bentuk-bentuk yang mewakili diri mereka, sehingga terlahir motif yang beragam









Garut tempat mereka tinggal itu memiliki artefak budaya yang luarbiasa, para peserta didik ini membuat seni kriya mimesis Candi Cangkuang dari medium limbah sterofoam















Nah ini namanya Nirmana 3Dimensi, dimana siswa mengolah bidang dan ruang dengan irama estetika yang mereka buat dari barang-barang bekas yang mereka temukan di sekitar kehidupan mereka, seperti pada photo tersebut mereka sedang mengolah medium paralon.










Studi Seni Sketsa yang dilakukan oleh para siswa ternyata melahirkan visual garis yang memiliki karakter yang beragam.













Menggambar berjamaah dalam satu kertas yang panjang membuat suasana kebersamaan dalam pendidikan seni lebih terasa.
















Teaterikal pun kerap dilakukan oleh para peserta didik untuk mengasah kepercayadirian mereka di depan publik.
















Seusai tutup semester peserta didik diwajibkan memamerkan hasil karyanya. photo disamping adalah suasana pameran wayang recycle yang dibuat oleh para peserta didik di ruang alternatif.













Mengisi aktifitas libur dengan bersenang-senang bermain cat sehingga melahirkan wujud visual yang tidak diduga oleh para peserta didik.















Performance art sudah menjadi aktifitas bermain untuk para peserta didik, dengan mengolah media-media yang bisa dieksplorasi oleh mereka














Mereka sedang memperkenalkan berbagai macam  kaulinan (permainan) khas sunda yang mereka alami sewaktu kecil dan saat ini hampir punah, dihadapan para mahasiswa dari Negara Korea Selatan.
























Ikut Berpartisipasi dalam Festival Teater Remaja tingkat SMA sederajat, menampilkan naskah Malam Jahanam karya Motinggo Boesje dan Orasi Superherro karya gabungan dari anak didik saya (Yafata Art Studio) yang mendapatkan Juara II, Naskah Terbaik, Aktor II Terbaik, Nominator Sutradara Terbaik dan Nominator Artistik Terbaik





























Pada dasarnya mengajar itu bukan hanya sibuk memikirkan metode pembelajaran saja, juga bukan masalah guru itu menguasai atau tidaknya pada materi ajarnya, tetapi sepengetahuan saya dan yang saya alami ada yang lebih penting dari itu semua "SEBERAPA PEDULIKAH KASIH SAYANG YANG DITAWARKAN KEPADA PARA PESERTA DIDIK??!!" itulah virus Makna dan Nilai yang saya hadirkan..  :)


Muhammad Surya Gumilang, S.Pd.
Garut, Indonesia

4 komentar: